Shalsa Nabila

Pengagum kata-kata dan pemimpi sepenuhnya.

Friday, 9 December 2011

Jadi, bagaimana?

Kemarin itu, aku membaca sedikit bukunya Goenawan Muhammad. Judulnya "Teks dan Iman". Ada sebuah pembahasan yang.... yang menarik.


Begini ceritanya,
Ada satu persoalan yang mula-mula dikemukakan oleh Abu al-Hasan al-Ash’ari yang hidup di awal abad ke-10 di Basra, Irak. Persoalan ini satu abad kemudian konon diulangi al-Ghazali, seorang alim yang termashur dari kota Tus di Khorasan: 
Mari kita bayangkan seorang bocah dan seorang dewasa ada di Surga. Mereka berdua meninggal di jalan yang benar, tapi.si orang dewasa berada di tempat yang lebih luhur. Dan si bocah bertanya kepada Tuhan: "Kenapa Kau beri orang itu tempat yang lebih tinggi?". Dan Tuhan menjawab, "Karena ia telah menjalankan banyak amal yang baik".
Maka anak itu pun bertanya lagi, "Kenapa Kau buat aku mati begitu cepat sehingga aku dicegah menjalankan perbuatan baik?". Tuhan pun akan menyahut, "Aku tahu bahwa kau kelak akan jadi seorang pendosa. Sebab itulah lebih baik kalau kamu mati semasa masih anak-anak".
Tak urung, sebuah teriakan terdengar dari kalangan mereka yang disiksa di kerak Neraka. "Kenapa, ya Tuhan, tak Kau biarkan kami mati sebelum kami jadi orang yang berdosa?"
Tidak diceritakan bagaimana Tuhan menyahut.
(dikutip dari goenawanmuhammad.com)

Aku tahu, ilmuku masih rendah. Bisa-bisa aku terjebak dalam kesesatan kalau memikirkan ini.
Jadi, bagaimana?