Aku baru saja menonton film ini. Dan aku nangis. Beneran. Aku nggak nangis pas nonton Crazy Little Thing Called Love tapi aku nangis pas nonton Alangkah Lucunya Negeri Ini.
Dalam film ini, digambarkan banyak sekali ironi yang terjadi pada bangsa ini.
Ada pencopet.
Diajari mengaji dan Pancasila.
Pulang dari musholla pakai sandal baru.
Ada cukong.
Dulu, bertahun-tahun berangkat ke sekolah.
Sekarang, anaknya sekolah pakai uang rakyat.
Para koruptor itu dulu bersekolah. Sampai bertahun-tahun lamanya. Matematika, fisika, ilmu agama, tata negara, semua sudah dipelajari. Tapi rupanya moralnya masih kusut, tidak jauh beda dengan para pencopet.
Ada pencopet.
Ingin bertaubat.
Lalu jadi pedagang asongan.
Lalu dikejar polisi.
Lalu dipukuli.
"Mereka hanya mencari rezeki yang halal, dan hanya itu yang mereka bisa!"
"Ini aturan, tidak boleh ada pengemis dan pengasong, karena mengganggu lalu lintas!"
"Kalian terganggu dengan para pengemis dan pengasong. Tetapi tidak terganggu dengan ulah koruptor yang memiskinkan kalian, yang memiskinkan negeri ini!"
Diajari mengaji dan Pancasila.
Pulang dari musholla pakai sandal baru.
Ada cukong.
Dulu, bertahun-tahun berangkat ke sekolah.
Sekarang, anaknya sekolah pakai uang rakyat.
Para koruptor itu dulu bersekolah. Sampai bertahun-tahun lamanya. Matematika, fisika, ilmu agama, tata negara, semua sudah dipelajari. Tapi rupanya moralnya masih kusut, tidak jauh beda dengan para pencopet.
Ada pencopet.
Ingin bertaubat.
Lalu jadi pedagang asongan.
Lalu dikejar polisi.
Lalu dipukuli.
"Mereka hanya mencari rezeki yang halal, dan hanya itu yang mereka bisa!"
"Ini aturan, tidak boleh ada pengemis dan pengasong, karena mengganggu lalu lintas!"
"Kalian terganggu dengan para pengemis dan pengasong. Tetapi tidak terganggu dengan ulah koruptor yang memiskinkan kalian, yang memiskinkan negeri ini!"
(dialog dari film Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Ketika tidak ada pilihan lain. Ketika banyak anak-anak tanpa pendidikan. Ketika pelajar justru membuang moral kemudian menyontek. Ketika para sarjana malah menganggur. Ketika para pejabat yang bersekolah sampai tinggi kemudian mencuri uang negara.
Ketika kemudian, timbul pertanyaan, "Apa gunanya pendidikkan?"