Biasa dipanggil Pak Zul,
seorang guru Agama Islam.
Pada kali pertama pertemuan di kelas, Beliau berkata,
"Nama saya Zulfarizal Chaidir dan saya siap untuk dilupakan."
Lalu kelas diam.
Beliau berkata lagi,
"Loh? Kalian sebagai manusia itu siap untuk diingat atau siap untuk dilupakan?"
Pada sebuah pertemuan, Beliau memberi tugas membuat sebuah essay yang berjudul "Potret Diri". Ada sebuah pertanyaan yang harus dijawab pada essay tersebut,
Pertanyaannya adalah,
Pertanyaannya adalah,
"Kalian ber-Islam karena memilih, dipilihkan orang tua, tidak sempat memilih, atau karena tidak ada pilihan lain?"
Kembali, kelas kembali diam.
Setelah melalui beberapa pertemuan, Beliau membahas mengenai sebuah ayat di Al-Quran yang pada intinya adalah memerintahkan agar menolong kerabat dekat terlebih dahulu. Lalu Beliau bertanya lagi,
"Jadi, Islam itu mengajarkan Nepotisme?"
Pada beberapa pertemuan berikutnya beliau bertanya kembali,
"Jadi, Muhammad bin Abdullah itu siapanya kamu sih, Nak? Saudara kamu? Teman kamu? Atau siapa?"
Lalu, beberapa anak di kelas menjawab,
"Rasul kami, Pak."
Dan yah, beliau bertanya lagi,
"Kalau begitu, yang mengutus Muhammad menjadi Rasul itu kalian?"
Seperti biasa, kelas kembali diam.
Sekali lagi,
Beliau adalah Drs. H. Zulfarizal Chaidir,
seorang guru Agama Islam di SMA Negeri 8 Jakarta yang akan pensiun tahun depan.
0 Kommentarer:
Post a Comment