Shalsa Nabila

Pengagum kata-kata dan pemimpi sepenuhnya.

Monday, 31 October 2011

Pada Sebuah Pantai : Interlude



......
Meskipun alam makin praktis dan orang-orang telah memberi tanda DILARANG NANGIS.
Meskipun pada suatu waktu, kau tak akan datang lagi padaku.

Kita memang bersandar pada apa yang mungkin kekal, 
mungkin pula tak kekal.
Kita memang bersandar pada mungkin.
Kita bersandar pada angin.
  
Dan tidak pernah bertanya : untuk apa?
Tidak semua, memang, bisa ditanya untuk apa.

Barangkali saja kita masih mencoba memberi harga pada sesuatu yang sia-sia. Sebab kersik pada karang, lumut pada lokan, mungkin akan tetap juga disana--apa pun maknanya.



GOENAWAN MUHAMMAD
1973



0 Kommentarer:

Post a Comment