Shalsa Nabila

Pengagum kata-kata dan pemimpi sepenuhnya.

Tuesday, 29 May 2012



Selepas Subuh yang dinginnya menusuk tulang. Kita berjalan pelan-pelan menginjak embun di pematang sawah. Sandal kamu terjatuh di dalam rawa. Dan kita menertawakanmu. 


Karena tidak ada yang abadi, maka aku akan merangkai memori dalam kata,
dan ketika aku merindukan kalian, aku bisa memandang memori ini melalui kata-kata.

0 Kommentarer:

Post a Comment