SURAT KEPERCAYAAN GELANGGANG
18 Februari 1950
KAMI adalah ahli waris yang sah
dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami
sendiri. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat bagi kami
adalah kumpulan campur-baur dari mana dunia-dunia baru yang sehat dapat
dilahirkan.
Ke-Indonesia-an
kami tidak semata-mata karena kulit kami yang sawo matang, rambut kami yang
hitam atau tulang pelipis kami yang menjorok ke depan, tetapi lebih banyak oleh
apa yang diutarakan oleh wujud pernyataan hati dan pikiran kami.
Kami
tidak akan memberikan suatu kata ikatan untuk kebudayaan Indonesia, kami tidak
ingat kepada melap-lap hasil kebudayaan lama sampai berkilat dan untuk
dibanggakan, tetapi kami memikirkan suatu penghidupan kebudayaan baru yang
sehat. Kebudayaan Indonesia ditetapkan oleh kesatuan berbagai-bagai rangsang
suara yang disebabkan suara-suara yang dilontarkan dari segala sudut dunia dan
yang kemudian dilontarkan kembali dalam bentuk suara sendiri. Kami akan menentang
segala usaha-usaha yang mempersempit dan menghalangi tidak betulnya pemeriksaan
ukuran nilai.
Revolusi
bagi kami ialah penempatan nilai-nilai baru atas nilai-nilai usang yang harus
dihancurkan. Demikian kami berpendapat bahwa revolusi tanah air kami sendiri
belum selesai.
Dalam
penemuan kami, kami mungkin tidak selalu asli; yang pokok ditemui itu ialah
manusia. Dalam cara kami mencari, membahas dan menelaahlah kami membawa sifat
sendiri.
Penghargaan
kami terhadap keadaan keliling (masyarakat) adalah penghargaan orang-orang yang
mengetahui adanya saling pengaruh antara masyarakat dan seniman.
(Majalah Horison edisi Agustus 1997)
Sebuah pernyataan sikap dari para Sastrawan Angkatan '45
0 Kommentarer:
Post a Comment