terbangnya burung
hanya bisa dijelaskan dengan bahasa batu
bahkan cericitnya,
yang rajin memanggil fajar
yang suka menyapa hujan
yang melukis sayap kupa-kupu
yang menaruh embun di daun
yang menggoda kelopak bunga
yang paham gelagat cuaca
hanya bisa disadur
ke dalam bahasa batu
yang tak berkosakata
dan tak bernahu
lebih luas dari fajar
lebih dalam dari langit
lebih pasti dari makna
sudah usai sebelum dimulai
dan sepenuhnya abadi....
tanpa diucapkan sama sekali
Sapardi Djoko Damono
1994
0 Kommentarer:
Post a Comment