Shalsa Nabila

Pengagum kata-kata dan pemimpi sepenuhnya.

Saturday, 2 April 2011

Hal yang Berharga


Akhir-akhir ini aku jadi sentimentil.


Entah kenapa
akhir-akhir ini otakku memutar kenangan lama. Dan rasanya aku ingin menangis kalau mengingat itu semua.

Sampai saat ini aku tidak tahu aku orang yang seperti apa atau yang bagaimana, tapi satu hal yang sangat kusyukuri.. aku selalu mempunyai teman-teman yang baik. Saat kenaikan kelas, aku selalu berpisah dari kelasku yang nyaman tapi hebatnya, setelahnya aku selalu bertemu dengan teman-teman yang baik.

Dulu waktu kelas 7 aku pernah menangis tanpa alasan yang kelas—bahkan sekarang aku sudah lupa kenapa saat itu aku menangis. Saat itu, tiba-tiba teman yang memang dekat denganku bernyanyi “I love you, you love me. We are happy family. With a great big hug and a kiss from me to you, when you say you love me too” Mereka bernyanyi untukku. Dan saat itu aku benar-benar bahagia. Lalu sepulang sekolah, kami bernyanyi lagu itu dan berpelukan. Saat musim hujan, kami pernah menyanyikan lagu Sherina yang berjudul Pelangiku. Kalau istirahat sekolah, kami bermain Donald Bebek.

Tapi, semua orang berubah.
Mereka tetap menjadi temanku yang baik.
Tapi setelah kenaikan kelas.. semuanya berakhir saat itu juga, hanya menyisakan kenangan-kenangan yang manis.

Memang benar kata Leo Tolstoy, waktu terpenting dalam hidup kita adalah sekarang. Karena segalanya tidak akan pernah terjadi dengan sama untuk kedua kalinya.
Dan setelah beberapa lama, aku baru menyadari betapa berharganya saat-saat itu, aku hanya bisa tersenyum..
*****
SMP-ku letaknya di suatu komplek. Hal yang paling kusukai adalah saat pulang sekolah, karena saat itu aku bisa melewati sebuah Masjid dengan rumput luas sebagai halamannya. Di pinggir halaman rumput itu ada beberapa pohon dan bangku-bangku di bawahnya. Setiap melewati tempat itu rasanya nyaman sekali.. angin selalu berhembus sejuk. Dan bagian yang paling menyenangkan adalah saat menengok ke atas, aku selalu bisa melihat langit biru luas yang indah dengan awan-awan putih menghiasinya. Pernah suatu hari aku pulang sendirian, saat itu baru saja hujan reda. Aku melewati tempat ini dan entah karena dorongan apa,
aku melihat ke arah langit..
dan aku melihat pelangi.. berbentuk busur dengan sempurna.
Itu untuk pertama kalinya bagiku melihat pelangi sebesar.. dan seindah itu.
***
Saat pulang sekolah di kelas 7 selalu menyenangkan.. karena aku pulang ketika sore.. aku hampir selalu bisa merasakan angin yang sejuk dan melihat lembayung senja. Bahkan saat melewati kebisingan kalimalang, Dn tetap menyukai kalimalang ketika malam, karena memantulkan lampu-lampu di sekitarnya.. hingga kali kotor itu terlihat berkelap kelip.
***
Setelah melewati Masjid—yang kusebutkan tadi, aku akan bertemu dangan sebuah taman. Taman ini letaknya di tengah dan memisahkan arah berlawanan yang akan dilalui kendaraan. Aku dan Dn sering duduk di taman ini, karena taman ini benar-benar sepi dan entah kenapa walaupun matahari sedang terik, taman ini selalu memberikan angin. Di tempat ini kami biasa mengobrol dan bercerita.. bercerita banyak hal, kami juga sering bertukar pandangan.
Setelahnya, bukan hanya kami berdua.. aku dan beberapa orang teman lainnya bermain-main di taman ini, biasanya kami baru pulang sekolah jam 2 siang. Pernah saat itu, kami bermain Daruma-san—permainan tradisional jepang.. dan kami berguling-gulingan di tanah! Sungguh menyenangkan :D.
 Di taman ini pernah ada suatu pohon yang tiba-tiba warnanya kemerahan, seperti musim gugur. Padahal pohon lain di sekitarnya berwarna hijau.. tapi hanya pohon ini yang berwarnya kemerahan. Aku dan Dn menjulukinya “Pohon Musim Gugur”.
***
Pernah ada cerita yang ku post sebelumnya tentang aku dan ketiga orang temanku yang nyasar. Setelah nyasar itu, kami benar-benar lelah.. sudah agak sore dan kami tidak tau tempat tujuan kami. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi naik busway sampai Ancol, lalu balik lagi ke Kampung Melayu. Di dalam busway saat itu kami tidak banyak berbicara.. kami lelah. Setelah sampai di Kampung Melayu, kami melanjutkan perjalanan ke Pizza Hut Kalimalang untuk buka puasapadahal sebenarnya juga yang berpuasa saat itu hanya aku. Sesampainya di Pizza Hut, kami langsung naik ke lantai 2 dan memilih duduk di dekat jendela. Saat itu tiba-tiba kami hiperaktif kembali—padahal sebelumnya sudah lelah. Kami bercanda terus-terusan, dan itu sangat menyenangkan. Hingga akhirnya Adzan Maghrib memanggil dan aku-pun erbuka puasa. Setelah kenyang makan.. tiba-tiba dari jendela Pizza Hut ini,
“Duarr.. derr!”
Kami melihat kembang api..
Sangat indah.. sungguh kembang api ini merupakan penutup sempurna bagi kami untuk hari itu.


0 Kommentarer:

Post a Comment